BERPUASA BAGI IBU HAMIL DAN MENYUSUI ? AMANKAH ? YUK SIMAK PENJELASANNYA !

berpuasa bagi ibu hamil dan menyusui - Jagoan Khitan

Berpuasa merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang sudah baligh. Berpuasa dengan menjaga kelima panca indra dari hal-hal yang tidak baik demi mencapai kesempurnaan akhlak. Kehamilan merupakan suatu keadaan khusus yang dihadapi perempuan dan menjadi ujian yang menegangkan bagi perempuan. Banyak proses yang berubah pada perempuan selama kehamilan baik dari segi psikis maupun fisik. Dalam islam perempuan hamil, menyusui, haid dan perempuan dalam keadaan nifas tidak diwajibkan atau memiliki udzur dalam berpuasa.

Dari sisi agama memang tidak diwajibkan, Namun, bagaimana bila ibu hamil dan menyusui berkeinginan untuk tetap berpuasa apakah berbahaya bagi dirinya maupun bagi anaknya?

Terdapat kontroversi antara boleh tidaknya ibu hamil untuk melakukan puasa. Banyak sumber mengatakan boleh ibu hamil menjalankan puasa. Namun, banyak juga yang tidak memperbolehkan karena alasan suatu kekhawatiran. Faktanya memang tidak semua ibu hamil diperbolehkan untuk menjalankan ibadah puasa selama ramadhan. Ibu hamil dapat menjalankan ibadah puasa dengan syarat utama yaitu tidak memiliki masalah kesehatan terkait dengan kehamilannya atau tubuhnya dan sedang tidak dalam keadaan menerima pengobatan. Artinya ibu hamil harus dalam keadaan yang benar-benar sehat untuk berpuasa.

Sebaiknya, ibu hamil harus memeriksakan kondisi kesehatannya terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui faktor resiko yang bisa membahayakan ibu dan janin selama berpuasa.  Ibu hamil dengan diabetes, hipertensi, gangguan nafsu makan (anoreksia, bulimia), gangguan pencernaan, riwayat batu ginjal, riwayat persalinan prematur, riwayat luaran persalinan yang buruk, gizi kurang dan semua kondisi yang mengharuskan meminum obat teratur.

Kondisi fisik ibu hamil berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Namun, dalam pengaturan jumlah asupan bagi ibu dan janin itu sama yaitu berkisar 2200-2300 untuk ibu hamil. Kondisi ini yang berbeda saat akan berpuasa di bulan ramadhan. Ada yang tidak bermasalah dengan kondisi ibu dan janin sehingga puasa tenang. Ada pula memiliki kondisi lemah baik ibu ataupun janin yang menyebabkan kekhawatiran untuk berpuasa. Pada kondisi ibu sudah memiliki buah hati yang kondisi fisik lemah dan sangat tergantung pada asupan makanan dari ibu melalui ASI.

Seorang ibu hamil dengan kondisi kesehatan yang normal boleh menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan jika usia kandungan mencapai 4-7 bulan. Sebenarnya ibu dengan usia kehamilan muda (trimester awal) boleh menjalani puasa namun harus dengan perhatian khusus karena berdasarkan data, kehamilan muda cenderung tidak stabil, sering muntah (hiperemesis) dan sering pusing atau lemah. Hiperemesis menyebabkan kehilangan cairan berlebihan dan nutrisi yang kurang sehingga berbahaya bagi ibu hamil dan janin. Sedangkan pada usia kehamilan diatas 7 bulan, janin cenderung memerlukan asupan nutrisi yang lebih banyak sehingga pada usia kandungan tersebut ibu hamil sering terlihat lemas.

Resiko dan kondisi yang harus diperhatikan ibu hamil selama berpuasa

Selain, pengaturan pola makan. Ibu hamil tidak boleh melakukan aktivitas berlebihan, menghindari cuaca panas dan istirahat cukup. Resiko yang bisa di alami ibu hamil saat berpuasa:

  • Kekurangan asupan kalori
  • Hipoglikemi
  • Bertambahnya rasa mual
  • Dehidrasi

Harus diperhatikan tanda waspada untuk ibu hamil saat berpuasa :

  • Kurangnya gerakan janin pada malam hari, kontraksi prematur
  • Mual/muntah
  • Sakit saat buang air kecil
  • Demam
  • Nyeri pinggang
  • Lemas
  • Kelelahan
  • Pusing dan sakit kepala

Ibu hamil tidak boleh memaksakan berpuasa bila mengalami kondisi-kondisi yang berbahaya untuk ibu dan janin :

  • Ibu hamil muda dengan morning sickness atau muntah-muntah saat kehamilan.
  • Ibu hamil dengan komplikasi atau ibu hamil yang kehamilannya bermasalah.
  • Ibu hamil merasa sangat lelah dan merasa tidak dapat melanjutkan puasa pusing, gemetar, mual dan demam. Tanda hipoglikemia (kekurangan gula dalam darah).
  • Ketika ibu hamil menyadari asupan kalorinya tidak cukup

Pengaruh Puasa Terhadap Janin

Masa kehamilan merupakan masa penting dalam pertumbuhan dan perkembangan janin. Pada masa ini tidak diperbolehkan adanya gangguan karena akan berefek pada ibu dan janin. Status gizi ibu sangat penting untuk janin. Kekurangan gizi akan menyebabkan volume darah turun, aliran darah ke plasenta turun, plasenta menjadi kecil dan akhirnya suplai makanan ke janin kurang mengakibatkan gangguan janin seperti berat bayi lahir rendah (BBLR).

Kadar Gula Darah

Saat ibu hamil yang berpuasa sangat ditentukan oleh tingkat gula dalam darah. Janin mempunyai presentasi konsumsi gula 6mg/kgBB/menit. Presentasi ini sama dengan tiga kali lipat dari yang dikonsumsi orang dewasa. Dari hasil suatu penelitian menyebutkan bahwa presentasi gula di wanita hamil cenderung menurun dan tidak menyebabkan BBLR. Hal ini sejalan dengan keadaan saat berpuasa kadar gula menurun dan dipengaruhi oleh lamanya puasa serta asupan energi yang diperoleh. Gula merupakan sumber utama energi, ketika habis akan digantikan oleh lemak sebagai sumber energi.

Protein

Protein sangat dibutuhkan ibu hamil terutama untuk pertumbuhan jaringan pada janin. Wanita hamil memerlukan 75gr protein per harinya. Lebih banyak 25gr dibanding yang lain. Produk hewan seperti daging, telur, ikan, susu, keju dan makanan laut merupakan sumber protein. Selain itu protein bisa di dapat dari tumbuhan seperti kacang-kacangan, biji-bijian, tempe, oncom dll.

Asam Folat

Asam folat merupakan vitamin B yang berfungsi untuk perkembangan embrio. Folat juga dapat mencegah neural tube defect yaitu cacat tulang belakang. Kekurangan folat akan meningkatkan kejadian bayi prematur, bayi BBLR, dan pertumbuhan janin kurang. Asam folat diburuhkan sebelum kehamilan dan awal kehamilan sekitar 600mg. Folat terdapat pada sayuran hijau (bayam, asparagus), jus jeruk, buncis, kacang-kacangan dan roti gandum.

Zat Besi

Penting untuk pembentukan hemoglobin yaitu sel darah merah untuk membawa oksigen ke jaringan tubuh. Selama kehamilan volume darah meningkat didorong oleh kebutuhan pasokan darah janin. Menyebabkan kebutuhan besi meningkat dua kali lipat. Kebutuhan besi yang diperlukan berkisar 27mg/hari.

Zat Seng (Zinc)

Terdapat penelitian bahwa wanita hamil memiliki kadar seng yang rendah pada makanannya beresiko melahirkan bayi prematur dan BBLR. Untuk menghindarinya konsumsi seng 25mg/hari. Didapat dari suplemen maupun alami dari daging merah, gandum utuhm kacang-kacangan, polong-polongan dan beberapa sereal yang telah difortifikasi.

Kalsium

Janin memerlukan 25-30mg/hari. Paling banyak pada trimester ketiga kehamilan. Ibu dan bayinya memerlukan kalsium untuk menguatkan gigi dan tulang. Kebutuhan kalsium pada wanita hamil adalah 1000mg/hari. Sumbernya didapat dari susu, keju, yogurt, ikan.

Vitamin C

Wanita hamil memerlukan 85mg/hari vitamin C. sebagai antioksidan untuk melindungi jaringan dari kerusakan dan untuk membentuk kolagen serta menghantarkan sinyal kimia di otak. Sumber didapatkan dari tomat, jeruk, strawberry, jambu biji, brokoli.

Vitamin A

Penting untuk fungsi pengelihatan, imunitas serta pertumbuhan dan perkembangan embrio. Vitamin A didapat dari sayuran hijau atau kuning, mentega, susu, kuning telur.

Fakta penelitian

Terdapat penelitian tentang dampak puasa pada ibu hamil terhadap berat badan ibu dan bayi baru lahir. Hasilnya ibu hamil normal tanpa keluhan tidak mendapat efek berbahaya dari berpuasa selama ramadhan. Tidak adanya efek pada berat badan ibu dan bayi baru lahir.

Penelitian lain juga menyebutkan bahwa tidak ditemukan adanya cacat bawaan lahir pada bayi dari ibu yang berpuasa selama kehamilan. Hasil ini bisa dicapai dengan catatan yaitu ketika ibu hamil tetap mendapatkan nutrisi yang seimbang ketika buka puasa dan sahur dan waktu antara buka-sahur.

Ibu hamil muslim dapat menjalankan ibadah puasa ramadhan selama tidak memiliki masalah kesehatan dan masalah kehamilan. Selama berpuasa ibu hamil mengkonsumsi makanan gizi seimbang dan banyak minum.

Ibu hamil sebaiknya menghentikan puasa bila terdapat kondisi dan gejala yang dapat mengganggu kesehatan ibu dan janin. Puasa baik pada trimester 1, 2 dan 3 tidak menimbulkan dampak cacat bawaan. Dengan demikian puasa saat hamil aman dilakukan selama kondisi ibu sehat dan kebutuhan nutrisi terpenuhi.

Mappaware, Nasrudin et al. 2020. Puasa Pada Wanita Hamil dan Menyusui. UMI Medical Journal

Djuwantono, Tono. 2011.Amankah Bila Ibu Hamil Menjalankan Ibadah Puasa Di Bulan Ramadhan?

Dr. Ferdy Arif Fadilah

Editor dr. Rio Adhi Wicaksono, MPH

Sampai jumpa lagi di artikel lainnya..

salam Jagoan Khitan