Ini Dia Tips Mengobati Luka Bakar Akibat ALiran Listrik, Simak Yuk!

Ini Dia Tips Mengobati Luka Bakar Akibat ALiran Listrik, Simak Yuk!

Luka bakar merupakan suatu bentuk kerusakan ataupun kehilangan jaringan yang dapat disebabkan oleh panas (api, cairan/lemak panas, dan uap panas), radiasi, listrik, kimia. Luka yang terbakar merupakan jenis trauma yang merusak dan mengubah berbagai sistem tubuh. Luka yang terbakar timbul ketika terjadi sentuhan antara permukaan tubuh dengan benda-benda yang menghasilkan panas baik secara langsung maupun secara tidak langsung.

Listrik merupakan salah satu bentuk energi yang berhubungan dengan pergerakan dan interaksi antar elektron. Amper merupakan satuan yang digunakan untuk tingkat pergerakan elektron. Setiap 6.242×1018 elektron melewati 1 detik, 1 amper telah terlewati. Pada masa kini hal tersebut dapat membunuh atau melukai seseorang dan menimbulkan luka listrik. 1 amper sama dengan kekuatan untuk mengaliri arus listris bola lampu 100 watt.

Sengatan listrik adalah suatu reaksi fisiologis yang ditandai dengan adanya nyeri dan spasme otot, akibat adanya kontak dengan sumber listrik dan penjalaran arus listrik ke seluruh tubuh. Tubuh manusia merupakan konduktor (perantara) yang baik bagi listrik. Luka bakar, kerusakan organ dalam, gangguan irama jantung, dan bahkan kematian dapat di sebabkan oleh sengatan listrik ini.

Patofisiologi

Adanya paparan panas yang mengenai pada permukaan kulit menimbulkan kerusakan pada pembuluh darah kapiler kulit dan peningkatan permeabilitasnya. Peningkatan permeabilitas akan menimbulkan reaksi edema jaringan dan pengurangan cairan intravaskuler. Kerusakan kulit akibat luka yang terbakar bakar menimbulkan kehilangan cairan karena terjadi penguapan cairan berlebihan di derajat 1, penumpukan cairan pada bula luka bakar derajat 2, dan pengeluaran cairan dari keropeng luka bakar derajat 3.

Jika luka bakar yang ditimbulkan < 20% biasanya masih terkonpensasi oleh keseimbangan tubuh. Namun, bila >20%, akan meningkatnya resiko syok hipovolemia ditandai dengan adanya gelisah, pucat, dingin, nadi lemah dan cepat serta penurunan tekanan darah dan produksi urin. Kulit manusia hanya dapat mentoleransi panas pada suhu 44oC (111oF) selama 6 jam sebelum akhirnya akan menimbulkan cedera termal.

Fase luka bakar

Terdapat fase-fase dalam luka bakar yaitu:

  1. Fase akut/syok/awal

fase ini dimulai ketika pasien mulai datang di Instalasi Gawat Darurat (IGD)/unit luka bakar. Pasien biasanya akan mengalami ancaman berupa gangguan airway (jalan napas), breating (mekanisme bernapas) dan circulation (sirkulasi). Gangguan airway dapat timbul segera ataupun beberapa saat setelah trauma. Obstruksi jalan napas dapat terjadi 48-72 jam paska trauma pada cedera inhalasi. Gangguan keseimbangan baik cairan dan elektrolit dapat menyebabkan syok hipovolemia.

  1. Fase subakut/flow/hipermetabolik

Fase berlangsung setelah syok teratasi. Problem yang timbul pada fase ini dapat berupa terjadinya proses inflamasi atau infeksi pada luka bakar, problem penutupan luka dan keadaan yang hipermetabolisme.

  1. Fase Lanjut

Pasien dinyatakan sembuh dan boleh kontrol rawat jalan. Permasalahan yang timbul di fase ini beruoa terbentuknya kelainan/penyulit seperti jaringan parut hipertrofik, keloid, gangguan pigmentasi, deformitas dan kontraktur.

Derajat luka bakar

Luka bakar di identifikasi tergantung dari derajat sumber, penyebab dan lamanya kontak dengan permukaan tubuh. Dibagi menjadi:

  1. Luka bakar derajat 1

Kerusakan terbatas pada lapisan epidermis (superfisial)/epidermal burn. Ditandai dengan gejala eritema, sedikit edema, tidak ada bula, dan nyeri. Pada hari ke 4 sering dijumpai deskuamasi. Pemberian salep antibiotik dan pelembab kulit dapat diberikan dan tidak perlu pembalutan.

  1. Luka bakar derajat 2

Kerusakan terjadi meliputi epidermis dan sebagian dermis berupa proses inflamasi dan eksudasi. Ditantai dengan adanya bula. Terdiri dari:

  1. Dangkal/superfisial/superficial partial thickness

Kerusakan jaringan pada epidermis-dermis. Ditandai kemerahan, edema, dan nyeri. Luka lebih pucat jika terkena tekanan. Masih ditemukan folikel rambut, kelenjar keringat dan kelenjar sebasea. Penyembuhan spontan dalam 10-14 hari tanpa sikatrik, namun warna kulit sering tidak sama dengan sebelumnya. Perawatan luka berupa pembalutan dan pemberian salep antibiotik.

  1. Dalam/deep partial thickness

Kerusakan jaringan terjadi hampir pada seluruh dermis. Ditandai dengan eritem, bula,nyeri namun tidak lebih sakit dari derajat 2A dan sebagian berwarna putih akibat variasi vaskularisasi. Folikel rambut, kelenjar keringat dan kelenjar sebasea tinggal sedikit. Penyembuhan berkisar 3-9 minggu dan meninggalkan jarignan parut.

  1. Luka bakar derajat 3

Kerusakan jaringan meliputi seluruh tebal kulit hingga subkutis, otot dan tulang. Epitel tidak ada, bula tidak ditemukan, kulit yang terbakar berwarna keabu-abuan pucat hingga warna hitam kering(nekrotik). luka sering tidak nyeri. Penyembuhan lebih sulit karena tidak terjadi epitelialisasi spontan

Penatalaksanaan luka yang terbakar

Pertolongan pertama pada pasien dengan luka yang terbakar sebelum dibawa ke rumah sakit yaitu dengan cara menyingkirkan sumber luka bakar tanpa membahayakan penolong, kemudian penatalaksanaan mengikuti prinsip dasar resusitasi trauma:

  • lakukan survei primer singkat dan segera atasi permasalahan yang ditemukan.
  • singkirkan pakaian dan perhiasan yang melekat
  • jika pernapasan dan sirkulasi telah teratasi, lakukan survei sekunder

Airway dan breating

Managemen airway pada luka yang terbakar penting dilakukan karena dapat berakibat komplikasi yang serius. Kondisi yang serius terutama pada curiga adanya cedera inhalasi, luka bakar terjadi di ruang tertutup. Cedera inhalasi jarang terjadi di ruang terbuka atau ruangan dengan ventilasi yang baik. Tandanya berupa hilangnya rambut-rambut wajah dan sputum hitam. Pemberian oksigenasi >90% segera dilakukan. Bila perlu lakukan intubasi. Stidor dapat ditemukan dalam beberapa jam pada pasien dengan airway stabil.

Circulation

Akses cairan intravena dan pemberian resusitasi cairan sangat penting untuk segera dilakukan. Lokasi pemberian akses intavena adalah pada area kulit yang tidak mengalami luka yang terbakar, namun jika tidak mungkin maka dapat dilakukan pada luka yang terbakar. Pemberian akses intavena diberikan sebelum terjadinya edema jaringan yang menyebabkan kesulitan pemasangan infus. Pemasangan vena central dapat dipertimbangkan jika vena perifer tidak ditemukan. Cairan RL dan NaCl 0,9% tanpa glukosa dapat diberikan 1-2 akses intravena. Pemasangan kateter foley digunakan untuk memonitor produksi urin dan keseimbangan cairan

Evaluasi Lanjut

Selang nasogastric digunakan untuk dekompresi lambung dan jalur masuk makanan. Evaluasi semua denyut nadi perifer dan dinding thorax untuk kemungkinan timbulnya sinrom kompartemen terutama pada luka bakar sirkumferensial. Observasi menyeluruh pada edema jaringan terutama pada ekstremitas dan kemungkinan terjadinya gagal ginjal. Elevasi tungkai dapat dilakukana untuk mengurangi edema pada tungkai.

Dermato terapi pada luka bakar

Luka bakar menyebabkan hilangnya barrier pertahanan kulit sehingga memudahkan timbulnya koloni bakteri atau jamur pada luka, dengan adanya resiko penetrasi patogen ke jaringan yang lebih dalam dan pembuluh darah sehingga menyebabkan infeksi sistemik yang mengarah pada kematian. Pemberian terapi antimikroba topikal dalam bentuk salep atau cairan kompres/rendam seperti: silver sulfadiazine, mafenide acetate, silver nitrate, povidone-iodine, bacitracin, neomycin, polymyxin B dan antifungal nystatin, mupirocin dan preparat herbal seperti Moist exposed Burn Ointment/Therapy (MEBO/MEBT).

Anggowarsito, Jose. 2014. Luka Bakar Sudut Pandang Dermatologi. Jurnal Widya Medika Surabaya

Sampai jumpa lagi di artikel lainnya..

salam Jagoan Khitan

Baca Juga:

Puasa saat orang menderita gastritis ? AMANKAH ?

Puasa saat orang menderita gastritis ? AMANKAH ?

Bulan ramadhan merupakan bulan dimana umat islam melakukan ibadah dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ibadah yang dijalankan terutama yang kita bahas berpuasa dalam konteks tidak makan dan minum sejak terbitnya matahari hingga terbenamnya matahari. Selama waktu tersebut kita tidak boleh memasukan makanan maupun minuman ke dalam tubuh. Pada orang dengan sistem pencernaan normal puasa mungkin tidak menimbulkan keluhan medis. Namun, jika seseorang menderita penyakit saluran pencernaan seperti gastritis, apakah akan menimbulkan gejala medis? Berikut ulasannya.

Penyakit pada saluran pencernaan ada berbagai macam. Namun, yang paling sering dialami adalah gastritis. Gastritis merupakan suatu penyakit pada lambung dimana lambung mengalami iritasi akibat dari peningkatan kadar asam dalam lambung. Menurut WHO angka kejadian gastritis berkisar 1.8-2.1 juta dari total populasi per tahun. Sedangkan untuk angka gastritis di indonesia merupakan 40% nya.

Gastritis dapat terjadi baik pada remaja sampai dengan dewasa. Penyebabnya yaitu karena iritasi, infeksi dan makan yang tidak teratur (makan telat, makan terlalu banyak, makan cepat, makan-makanan pedas).

Mayoritas penduduk indonesia adalah muslim dan menjalankan puasa di bulan ramadhan selama 1 bulan penuh. Hal ini membutuhkan fisik yang prima terutama dalam mencegah timbulnya penyakit pada saluran cerna. Dari beberapa penelitian berpuasa ternyata tidak menyebabkan timbulnya penyakit saluran cerna. Malah sebaliknya. Mengapa demikian?

Untuk muslim, esensi dari berpuasa adalah menjaga kelima panca indra agar tidak melakukan hal-hal  yang dilarang oleh agama. Perubahan pola makan saat puasa menyebabkan penyesuaian pada tubuh, khususnya pada sistem saluran pencernaan.

Selama berpuasa, sistem pencernaan berikut enzim dan hormon pencernaan dapat beristirahat selama 14 jam. Berbeda halnya ketika sedang tidak berpuasa sistem pencernaan akan bekerja untuk mencerna makanan secara terus menerus selama 18 jam penuh.

Ketika berpuasa tubuh kita akan beristirahat dari pekerjaan berat mencerna makanan. Ketika berpuasa juga makanan akan lebih mudah diserap dan kuman jahat tidak akan bertahan, sehingga tubuh akan terhindar dari berbagai penyakit dan berefek baik bagi kesehatan. Selama puasa, lambung juga tidak diisi dengan makanan dalam beberapa jam. Pada kejadian ini, produksi asam lambung akan menurun untuk mencegah iritasi akibat asam pada dinding lambung.

Dari suatu pelitian dilakukan pada penderita GERD yaitu suatu penyakit dimana asam lambung naik hingga ke area kerongkongan. Dalam penelitian yang dilakukan pada 130 pasien GERD ini. Kemudian dibagi menjadi 2 kelompok, GERD yang berpuasa ramadhan dan GERD yang tidak berpuasa. Pasien adalah laki-laki, median usia kedua kelompok adalah 53 tahun.

Hasilnya terdapat perbaikan gejala klinis pada 55 pasien atau 85% pasien GERD yang berpuasa. Setelah dianalisa ternyata terjadi perubahan kebiasaan seperti penurunan konsumsi rokok saat puasa dan makan lebih teratur. Perbaikan klinis ini menyakinkan pasien GERD ataupun penyakit lambung untuk tetap berpuasa ramadhan.

http://www.idionline.org/berita/pasien-maag-malah-membaik-berkat-puasa-ramadhan/

Fauiah, Munaya et al. 2021. The Effect Of Fasting On Health Of Digestion System. Indonesian Journal Of Islam And Public Health

BERPUASA BAGI IBU HAMIL DAN MENYUSUI ? AMANKAH ? YUK SIMAK PENJELASANNYA !

BERPUASA BAGI IBU HAMIL DAN MENYUSUI ? AMANKAH ? YUK SIMAK PENJELASANNYA !

Berpuasa merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang sudah baligh. Berpuasa dengan menjaga kelima panca indra dari hal-hal yang tidak baik demi mencapai kesempurnaan akhlak. Kehamilan merupakan suatu keadaan khusus yang dihadapi perempuan dan menjadi ujian yang menegangkan bagi perempuan. Banyak proses yang berubah pada perempuan selama kehamilan baik dari segi psikis maupun fisik. Dalam islam perempuan hamil, menyusui, haid dan perempuan dalam keadaan nifas tidak diwajibkan atau memiliki udzur dalam berpuasa.

Dari sisi agama memang tidak diwajibkan, Namun, bagaimana bila ibu hamil dan menyusui berkeinginan untuk tetap berpuasa apakah berbahaya bagi dirinya maupun bagi anaknya?

Terdapat kontroversi antara boleh tidaknya ibu hamil untuk melakukan puasa. Banyak sumber mengatakan boleh ibu hamil menjalankan puasa. Namun, banyak juga yang tidak memperbolehkan karena alasan suatu kekhawatiran. Faktanya memang tidak semua ibu hamil diperbolehkan untuk menjalankan ibadah puasa selama ramadhan. Ibu hamil dapat menjalankan ibadah puasa dengan syarat utama yaitu tidak memiliki masalah kesehatan terkait dengan kehamilannya atau tubuhnya dan sedang tidak dalam keadaan menerima pengobatan. Artinya ibu hamil harus dalam keadaan yang benar-benar sehat untuk berpuasa.

Sebaiknya, ibu hamil harus memeriksakan kondisi kesehatannya terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui faktor resiko yang bisa membahayakan ibu dan janin selama berpuasa.  Ibu hamil dengan diabetes, hipertensi, gangguan nafsu makan (anoreksia, bulimia), gangguan pencernaan, riwayat batu ginjal, riwayat persalinan prematur, riwayat luaran persalinan yang buruk, gizi kurang dan semua kondisi yang mengharuskan meminum obat teratur.

Kondisi fisik ibu hamil berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Namun, dalam pengaturan jumlah asupan bagi ibu dan janin itu sama yaitu berkisar 2200-2300 untuk ibu hamil. Kondisi ini yang berbeda saat akan berpuasa di bulan ramadhan. Ada yang tidak bermasalah dengan kondisi ibu dan janin sehingga puasa tenang. Ada pula memiliki kondisi lemah baik ibu ataupun janin yang menyebabkan kekhawatiran untuk berpuasa. Pada kondisi ibu sudah memiliki buah hati yang kondisi fisik lemah dan sangat tergantung pada asupan makanan dari ibu melalui ASI.

Seorang ibu hamil dengan kondisi kesehatan yang normal boleh menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan jika usia kandungan mencapai 4-7 bulan. Sebenarnya ibu dengan usia kehamilan muda (trimester awal) boleh menjalani puasa namun harus dengan perhatian khusus karena berdasarkan data, kehamilan muda cenderung tidak stabil, sering muntah (hiperemesis) dan sering pusing atau lemah. Hiperemesis menyebabkan kehilangan cairan berlebihan dan nutrisi yang kurang sehingga berbahaya bagi ibu hamil dan janin. Sedangkan pada usia kehamilan diatas 7 bulan, janin cenderung memerlukan asupan nutrisi yang lebih banyak sehingga pada usia kandungan tersebut ibu hamil sering terlihat lemas.

Resiko dan kondisi yang harus diperhatikan ibu hamil selama berpuasa

Selain, pengaturan pola makan. Ibu hamil tidak boleh melakukan aktivitas berlebihan, menghindari cuaca panas dan istirahat cukup. Resiko yang bisa di alami ibu hamil saat berpuasa:

  • Kekurangan asupan kalori
  • Hipoglikemi
  • Bertambahnya rasa mual
  • Dehidrasi

Harus diperhatikan tanda waspada untuk ibu hamil saat berpuasa :

  • Kurangnya gerakan janin pada malam hari, kontraksi prematur
  • Mual/muntah
  • Sakit saat buang air kecil
  • Demam
  • Nyeri pinggang
  • Lemas
  • Kelelahan
  • Pusing dan sakit kepala

Ibu hamil tidak boleh memaksakan berpuasa bila mengalami kondisi-kondisi yang berbahaya untuk ibu dan janin :

  • Ibu hamil muda dengan morning sickness atau muntah-muntah saat kehamilan.
  • Ibu hamil dengan komplikasi atau ibu hamil yang kehamilannya bermasalah.
  • Ibu hamil merasa sangat lelah dan merasa tidak dapat melanjutkan puasa pusing, gemetar, mual dan demam. Tanda hipoglikemia (kekurangan gula dalam darah).
  • Ketika ibu hamil menyadari asupan kalorinya tidak cukup

Pengaruh Puasa Terhadap Janin

Masa kehamilan merupakan masa penting dalam pertumbuhan dan perkembangan janin. Pada masa ini tidak diperbolehkan adanya gangguan karena akan berefek pada ibu dan janin. Status gizi ibu sangat penting untuk janin. Kekurangan gizi akan menyebabkan volume darah turun, aliran darah ke plasenta turun, plasenta menjadi kecil dan akhirnya suplai makanan ke janin kurang mengakibatkan gangguan janin seperti berat bayi lahir rendah (BBLR).

Kadar Gula Darah

Saat ibu hamil yang berpuasa sangat ditentukan oleh tingkat gula dalam darah. Janin mempunyai presentasi konsumsi gula 6mg/kgBB/menit. Presentasi ini sama dengan tiga kali lipat dari yang dikonsumsi orang dewasa. Dari hasil suatu penelitian menyebutkan bahwa presentasi gula di wanita hamil cenderung menurun dan tidak menyebabkan BBLR. Hal ini sejalan dengan keadaan saat berpuasa kadar gula menurun dan dipengaruhi oleh lamanya puasa serta asupan energi yang diperoleh. Gula merupakan sumber utama energi, ketika habis akan digantikan oleh lemak sebagai sumber energi.

Protein

Protein sangat dibutuhkan ibu hamil terutama untuk pertumbuhan jaringan pada janin. Wanita hamil memerlukan 75gr protein per harinya. Lebih banyak 25gr dibanding yang lain. Produk hewan seperti daging, telur, ikan, susu, keju dan makanan laut merupakan sumber protein. Selain itu protein bisa di dapat dari tumbuhan seperti kacang-kacangan, biji-bijian, tempe, oncom dll.

Asam Folat

Asam folat merupakan vitamin B yang berfungsi untuk perkembangan embrio. Folat juga dapat mencegah neural tube defect yaitu cacat tulang belakang. Kekurangan folat akan meningkatkan kejadian bayi prematur, bayi BBLR, dan pertumbuhan janin kurang. Asam folat diburuhkan sebelum kehamilan dan awal kehamilan sekitar 600mg. Folat terdapat pada sayuran hijau (bayam, asparagus), jus jeruk, buncis, kacang-kacangan dan roti gandum.

Zat Besi

Penting untuk pembentukan hemoglobin yaitu sel darah merah untuk membawa oksigen ke jaringan tubuh. Selama kehamilan volume darah meningkat didorong oleh kebutuhan pasokan darah janin. Menyebabkan kebutuhan besi meningkat dua kali lipat. Kebutuhan besi yang diperlukan berkisar 27mg/hari.

Zat Seng (Zinc)

Terdapat penelitian bahwa wanita hamil memiliki kadar seng yang rendah pada makanannya beresiko melahirkan bayi prematur dan BBLR. Untuk menghindarinya konsumsi seng 25mg/hari. Didapat dari suplemen maupun alami dari daging merah, gandum utuhm kacang-kacangan, polong-polongan dan beberapa sereal yang telah difortifikasi.

Kalsium

Janin memerlukan 25-30mg/hari. Paling banyak pada trimester ketiga kehamilan. Ibu dan bayinya memerlukan kalsium untuk menguatkan gigi dan tulang. Kebutuhan kalsium pada wanita hamil adalah 1000mg/hari. Sumbernya didapat dari susu, keju, yogurt, ikan.

Vitamin C

Wanita hamil memerlukan 85mg/hari vitamin C. sebagai antioksidan untuk melindungi jaringan dari kerusakan dan untuk membentuk kolagen serta menghantarkan sinyal kimia di otak. Sumber didapatkan dari tomat, jeruk, strawberry, jambu biji, brokoli.

Vitamin A

Penting untuk fungsi pengelihatan, imunitas serta pertumbuhan dan perkembangan embrio. Vitamin A didapat dari sayuran hijau atau kuning, mentega, susu, kuning telur.

Fakta penelitian

Terdapat penelitian tentang dampak puasa pada ibu hamil terhadap berat badan ibu dan bayi baru lahir. Hasilnya ibu hamil normal tanpa keluhan tidak mendapat efek berbahaya dari berpuasa selama ramadhan. Tidak adanya efek pada berat badan ibu dan bayi baru lahir.

Penelitian lain juga menyebutkan bahwa tidak ditemukan adanya cacat bawaan lahir pada bayi dari ibu yang berpuasa selama kehamilan. Hasil ini bisa dicapai dengan catatan yaitu ketika ibu hamil tetap mendapatkan nutrisi yang seimbang ketika buka puasa dan sahur dan waktu antara buka-sahur.

Ibu hamil muslim dapat menjalankan ibadah puasa ramadhan selama tidak memiliki masalah kesehatan dan masalah kehamilan. Selama berpuasa ibu hamil mengkonsumsi makanan gizi seimbang dan banyak minum.

Ibu hamil sebaiknya menghentikan puasa bila terdapat kondisi dan gejala yang dapat mengganggu kesehatan ibu dan janin. Puasa baik pada trimester 1, 2 dan 3 tidak menimbulkan dampak cacat bawaan. Dengan demikian puasa saat hamil aman dilakukan selama kondisi ibu sehat dan kebutuhan nutrisi terpenuhi.

Mappaware, Nasrudin et al. 2020. Puasa Pada Wanita Hamil dan Menyusui. UMI Medical Journal

Djuwantono, Tono. 2011.Amankah Bila Ibu Hamil Menjalankan Ibadah Puasa Di Bulan Ramadhan?

Dr. Ferdy Arif Fadilah

Editor dr. Rio Adhi Wicaksono, MPH

Sampai jumpa lagi di artikel lainnya..

salam Jagoan Khitan

slot dana
cantik555
slot gacor
slot zeus
slot gacor
slot zeus
slot demo
slot88
slot maxwin
harum89
rp8888
harum89
harum89
harum89
harum89
slot dana
slot gampang maxwin
cantik555
cantik555
cantik555
rp8888
rp8888slot
login rp8888
rp8888 slot
daftar rp8888
rp8888
rp8888slot
login rp8888
rp8888 slot
daftar rp8888
rp8888
rp8888slot
login rp8888
rp8888 slot
daftar rp8888