HIPOSPADIA

HIPOSPADIA

artikel hipospadia - jagoan khitan

Hipospadia adalah suatu kelainan bawaan pada anak laki-laki yang sering ditemukan. Kata hipospadia berasal dari bahasa Yunani yaitu Hypo yaitu dibawah dan spadon berarti lubang. Berarti dapat didefinisikan bahwa posisi dari lubang saluran kemih terletak pada bagian ventral atau bagian anterior penis. Epidemiologi

Di negara barat prevalensi hipospadia yaitu 8:1000 kelahiran hidup. Di Indonesia prevalensi hipospadia belum dikethui secara pasti. Pada suatu penelitian di RSUP Prof. dr, R. D. Kandau Manado pada periode Januari 2009-oktober 2010 ditemukan 17 kasus. Di RS sanglah bali daru januari 2009-april 2012 menemukan 53 kasus. Sedangkan di RSCM Jakarta untuk rentang tahun 2002-2004 menemukan 124 kasus. Angka ini sebenarnya hanya gambaran kecil. Faktanya banyak kasus hipospadi. Namun karena kurangnya pengetahuan masyarakat indonesi mengenai kelainan ini menyebabkan banyak kasus yang dapat ditangani rumah sakit ataupun fasilitas dan tenaga kesehatan belum merata sehingga kasus ini sulit terdeteksi.

Etiologi dan faktor resiko

Sampai saat ini belum dapat diketahui secara pasti penyebab dari hipospadia. Namun, beberapa penelitian menyatakan bahwa terdapat hubungan antara BBLR, premature dan riwayat hipertensi pada ibu. Hal ini karena fungsi plasenta terganggu mengakibatkan regulasi hormonal dan penyediaan nutrisi pada janin terganggu sehingga memengeruhi pembentukan saluran uretra.

Beberapa penelitian llain juga menyebutkan bahwa terdapat hubungan antara kejadian hipospadia dengan paparan lingkungan yang berhubungan dengan paparan lingkungan yang berhubungan dengan bahan kimiawi yaitu pestisida pada makanan, progestin dan pola dari diet vegetarian yang secara tidak langsung mempengaruhi proses pembentukan urogenital. Ibu yang menjalani diet vegetarinan disebutkan mempunyai resiko 4 kali lebih besar dibanding dengan yang tidak diet vegetarian. Hal ini karena phytoestrogen diketahui sebagai reseptor estrogen mempengaruhi perkembangan urogenital.

Di penelitian lain dikemukakan bahwa adanya degek pada produksi testoteron oleh testis dan kelenjar adrenal, kegagalan konversi dari testoteron oleh testis dan kelenjar adrenal, kegagalan konversi dari testoteron ke dihidrotestoteron, defisiensi reseptor androgen di penis, maupun penurunan ikatan antara dihidrotestoteron dengan reseptor androgen dapat menyebabkan hipospadi

Klasifikasi

Hipospadi dibagi berdasarkan lokasinya. Yang palingsering diigunakan adalah klasifikasi Duckett yang membagi hipospadi menjadi 3 yaitu:

tabel 1 - klasifikasi hipospadia
  • Anterior (glandular, coronal dan distal penile
  • Middle (midshaft dan proximal penile)
  • Posterior (Penoscrotal, scrotal dan perineal)

Tipe yang paling sering ditemukan adalah subcoronal. Klasifikasi berdasarkan derajat bersifat sangat subjektif tergantung dari ahli bedah masing-masing.

  • Mild hipospadia/grade 1, muara uretra dekat dengan lokasi normal dan berada di ujung tengah glans (glanular, coronal, subcoronal)
  • Moderate hispospadia/grade 2, muara uretra berada di tengah-tengaj lokasi normal dan scrotal (distal penile, midshaft)
  • Severe hipospadi/grade 3&4, yaitu muara uretra berada jauh dari lokasi yang seharusnya (perineal, scrotal, penoscrotal)

Gejala klinis

Gejala yang timbul bervariasi sesuai dengan derajat kelainannya. Secara umum jarang sekali menimbulkan gangguan fungsi. Namun sering sekali berhubungan dengan gangguan kosmetik. Pada hipospadia sering ditemukan chorda. Chorda merupakan pembengkokan menuju arah ventral dari penis. Disebabkan karena adanya atrofi dari corpus spongiosum, fibrosis dari tunica albuginea dan fasia di atas tunica, pengencangan kulit ventral dan fasia buck. Terjadi pula perlengketan antara kulit penis dengan struktur disekitarnya atau perlengketan antara urethral plate ke corpus cavernosa. Keluhan yang mungkin timbul yaitu pancaran urin yang lemah, nyeri saat ereksi dan gangguan saat berhubungan seksual.

Terapi

Tujuan dari pengobatan hipospadi yaitu membuat penis tegak lurus, reposisi muara uretra ke ujung penis, membuat neouretra, merekonstruksi penis jadi terlihat normal dan menurunkan resiko komplikasi.

Operasi yang dibutuhkan seperti orthoplasti (chordectomy) yaitu melakukan koreksi chorde sehingga penis tegak lurus kembali. Lalu uretroplasty agar membuat uretra baru yang sesuai dengan lokasinya. Serta glansplasty yaitu pembentukan glans penis kembali. Glansplasty sering diikuti prepucioplasty. Usia ideal untuk operasi adalah usia 6-12 bulan. Semakin dini semakin mudah perawatannya.

Anak dengan hipospadia memiliki masa puber dan pertumbuhan seks sekunder yang normal. Penderita mempunyai fungsi testis dan androgen yang normal. Aktivitas seksual cukup memuaskan dan fertilitas tidak terpengaruh kecuali penderita memiliki kelainan lain yang berkaitan.

Tangkudung, jerry et al. 2016. factor resiko hipospadi pada anak di RSUP dr. Sardjito Yogyakarta

Krisna, Daniel et al. 2017. Hipospadia: bagaimana karakteristiknya di indonesia

Sampai jumpa lagi di artikel lainnya..

salam Jagoan Khitan

APA ITU HIDROKEL

APA ITU HIDROKEL

artikel hidrokel - jagoan khitan

HIDROKEL

1. Definisi 

Hidrokel merupakan suatu keadaan pembengkakan yang terjadi pada skrotum disebabkan karena terkumpulnya cairan serous abnormal antara lapisan parietalis dan viseralis tunika vaginalis yang membungkus testis atau di dalam prosesus Vaginalis. Dalam keadaan normal, cairan yang berada di dalam rongga itu memang ada dan berada dalam keseimbangan antara produksi dan reabsorbsi oleh sistem limfatik di sekitarnya.  Cairan membuat skrotum tampak membesar. Kondisi ini dapat timbul saat lahir atau didapat saat dewasa dan dapat mengenai satu skrotum atau keduanya .

tabel 1 - artikel hidrokel - jagoan khitan

2. Klasifikasi

    a. Hidrokel Kongenital / Non Kumunikan

Terjadi karena adanya hubungan terbuka antara rongga abdomen sehingga cairan dari rongga abdomen keluar dan terkumpul diantara lapisan parietal dan lapisan viseral tunika vaginalis. Hal ini hampir selalu disertai dengan hernia inguinalis tak langsung.

    b. Hidrokel Didapat / Komunikan

Terjadi karena meningkatnya produksi cairan oleh membran yang merupakan fenomena yang relatif sering terjadi. Kerusakan pada testis sering menyebabkan peningkatan produksi cairan yang mengakibatkan hidrokel. Infeksi atau trauma epididimis, karsinoma testis juga dapat menyebabkan hidrokel.

    c. Etiologi

Hidrokel yang terjadi pada bayi baru lahir dapat disebabkan karena: (1) belum sempurnanya penutupan prosesus vaginalis sehingga terjadi aliran cairan peritoneum ke prosesus vaginalis (hidrokel komunikans) atau (2) belum sempurnanya sistem limfatik di daerah skrotum dalam melakukan reabsorbsi cairan hidrokel. Pada orang dewasa, hidrokel dapat terjadi secara idiopatik (primer) dan sekunder. Penyebab sekunder terjadi karena didapatkan kelainan pada testis atau epididimis yang menyebabkan terganggunya sistem sekresi atau reabsorbsi cairan di kantong hidrokel. Kelainan pada testis itu mungkin suatu tumor, infeksi, atau trauma pada testis/epididimis.

3. Etiologi

Hidrokel yang terjadi pada bayi baru lahir dapat disebabkan karena: (1) belum sempurnanya penutupan prosesus vaginalis sehingga terjadi aliran cairan peritoneum ke prosesus vaginalis (hidrokel komunikans) atau (2) belum sempurnanya sistem limfatik di daerah skrotum dalam melakukan reabsorbsi cairan hidrokel. Pada orang dewasa, hidrokel dapat terjadi secara idiopatik (primer) dan sekunder. Penyebab sekunder terjadi karena didapatkan kelainan pada testis atau epididimis yang menyebabkan terganggunya sistem sekresi atau reabsorbsi cairan di kantong hidrokel. Kelainan pada testis itu mungkin suatu tumor, infeksi, atau trauma pada testis/epididimis.

4. Diagnosis

    a. Anamnesis

Pasien mengeluh ada benjolan pada skrotum, tp tidak nyeri. Benjolan menimbulkan sensasi penuh & berat.

    b. Pemeriksaan Fisik

         Inspeksi : benjolan pada skrotum.

         Palpasi : benjolan di kantong skrotum dengan konsistensi       seperti balon yang berisi air.

         Auskultasi : tidak terdengar bising usus

Langkah diagnosis yang paling penting adalah transiluminasi massa hidrokel dengan cahaya di ruang gelap. Hidrokel berisi cairan jernih, straw-colored dan mentransiluminasi (meneruskan) berkas cahaya. kegagalan transiluminasi dapat terjadi akibat penebalan tunika vaginalis karena infeksi kronis atau massa di skrotum tersebut.

tabel 2 - artikel hidrokel - jagoan khitan

5. Diagnosis Banding

  1. Inguinal hernia, femoral hernia
  2. Varikokel,
  3. Ektopik testis,
  4. Hematoma,
  5. Torsi testis,
  6. Kista sebaseus,
  7. Epididimistis,
  8. Aneurisma arteri femoral atau pseudoaneurisma

6. Terapi

Hidrokel pada bayi biasanya ditunggu hingga anak mencapai usia 1 tahun dengan harapan setelah prosesus vaginalis menutup hidrokel akan menutup dengan sendirinya. Tetapi jika hidrokel masih ada atau bertambah besar perlu dipikirkan untuk dilakukan koreksi. Indikasi operasi perbaikan hidrokel yaitu:

  • Gagal hilang pada umur 2 tahun
  • Rasa tidak nyaman terus –menerus
  • Pembesaran volume cairan hidrokel sehingga dapat menyebabkan penekanan pada pembuluh darah
  • Adanya infeksi sekunder

Pada hidrokel kongenital dilakukan pendekatan inguinal kearena seringkali hidrokel ini disertai dengan hernia inguinalis sehingga pada saat operasi hidrokel, sekaligus melakukan herniografi. Pada hidrokel testis dewasa dilakukan pendekatan scrotal dengan melakukan eksisi dan marsupialisasi kantong hidrokel sesuai cara winkelman atau plikasi kantung hidrole; sesuai cara lord. Plikasi kantung hernia (lord procedure) digunakan untuk hidrokel ukuran kecil sampai medium. Tehnik ini mengurangi kejadian hematom. Eversi dan penjahitan kantong hidrokel dibelakang testis (jaboulay procedure) dihubungkan dengan pengurangan kejadian rekurensi, tetapi tidak mengurangi resiko terjadinya hematom. Pada hidrokel funikulus dilakukan ekstirpasi hidrokel secara in toto.

7. Komplikasi

  • Kompresi pada peredaran darah testis
  • Jika dibiarkan, hidrokel yang cukup besar mudah mengalami trauma dan hidrokelpermagna bisa menekan pembuluh darah yang menuju ke testis sehingga menimbulkan atrofi testis.
  • Perdarahan yang disebabkan karena trauma dan aspirasi,
  • Sekunder Infeksi
Manfaat Khitan Bayi

Manfaat Khitan Bayi

manfaat khitan bayi - rumah sunat modern jagoan khitan

Manfaat Khitan Bayi

Khitan menjadi suatu proses yang harus dilakukan pada seorang laki-laki. Menghilangkan kulup yang menutupi glans penis sebagai suatu anjuran agama demi mencegah berbagai penyakit. Terdapat berbagai pendapat tentang waktu yang tepat melakukan khitan. Kebanyakan orang mengatakan saat usia anak beranjak masuk sekolah. Namun, sedikit diantaranya berpendapat bahwa sedini mungkin lebih baik. Faktanya tidak ada patokan khusus di umur berapa anak harus berkhitan. Namun, menurut The American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG) berpendapat bahwa khitan bisa dilakukan sebelum ataupun sesudah ibu dan bayi meninggalkan rumah sakit dan dilakukan pada bayi sehat.

Terdapat beberapa kelebihan yang bisa di dapat jika melakukan khitan sedini mungkin utamanya saat masih bayi, diantaranya adalah:

  1. Mencegah masalah penis

Masalah yang sering muncul pada anak yang belum di khitan adalah terjadinya fimosis. Suatu kelainan dimana kulup yang belum di khitan melekat kuat pada kepala penis dan bila dibiarkan akan menyebabkan peradangan pada kulup ataupun kepala penis.

  1. Menghindari infeksi saluran kemih

Menurut beberapa penelitian, bayi yang tidak di khitan memiliki resiko lebih tinggi menderita Infeksi Saluran Kemih (ISK) dibandingkan bayi yang di khitan. ISK pada laki-laki paling sering terjadi pada usia 1 tahun pertama kelahiran dan angka kejadiannya lebih rendah pada anak yang sudah berkhitan yaitu 0.1-0.2%. Hal ini melibatkan kelainan fimosis yang dibiarkan terus-menerus akan membentuk smegma sehingga akan meningkatkan jumlah koloni bakteri yang hidup yang akhirnya menyebabkan ISK.

  1. Mengurangi resiko kanker penis

Kanker penis merupakan jenis kanker yang jarang terjadi baik pada orang yang sudah berkhitan maupun tidak. Namun, hal ini tidak menjadi rujukan bahwa setiap  orang bebas dari jenis kanker ini. Salah satu upayanya adalah dengan melakukan khitan agar resiko kanker penis berkurang. Selain itu berkhitan sejak dini juga dapat menurunkan resiko kanker prostat ketika dewasa.

  1. Menurunkan resiko penyakit menular seksual

Manfaat khitan adalah menyehatkan organ reproduksi baik sekarang maupun nanti di masa dewasa. Khitan memberikan manfaat mengurangi resiko terkena penyakit menular seksual. Namun hal ini harus di ikuti dengan prilaku seks yang baik. Selalu memakai kondom saat berhubungan dan tidak berganti-ganti pasangan seks.

  1. Proses penyembuhan cepat

Proses penyembuhan luka terdiri dari 3 tahapan yaitu fase inflamasi, fase proliferasi dan fase maturase/remodeling. fase inflamasi  dimulai saat luka terbentuk, sel-sel yang bertugas untuk memperbaiki luka akan bergerak ke area luka untuk memperbaiki jaringan yang luka efeknya akan menimbulkan tanda inflamasi seperti, kemerahan, bengkak dan nyeri.

Fase profilerasi merupakan fase pembentukan jaringan kulit baru (epiteliasi) dan pembentukan kolagen sehingga menyatukan kulit yang mengalami luka biasanya berlangsung hingga minggu ke-2. Fase maturase berlangsung berbulan-bulan paska terjadinya luka yaitu berupa pengutaan dari jaringan epitel yang baru serta penyesuaian bentuk dari luka sampai akhirnya luka tidak terlihat lagi. Pada bayi proses penyembuhan luka tersebut berjalan lebih cepat bahkan bisa 2 kali lipatnya

  1. Perawatan luka lebih mudah

Paska khitan perlu dilaklukan pembersihan luka khitan secara rutin. Hal ini lebih mudah dilakukan karena bayi cenderung tidak akan menolak saat akan dibersihkan lukanya dan merupakan pendukung utama dalam mempercepat proses penyembuhan luka. Berbeda dengan anak yang sudah besar mereka akan cenderung menolak karena takut.

  1. Bayi belum bisa tengkurap

Usia paling tepat untuk khitan adalah usia sebelum bayi bisa tengkurap. Hal ini karena diusia dini bayi cenderung diam dan tidak bisa menggerakan badan serta tangannya. Selain itu, kesehariannya lebih banyak dihabiskan untuk tidur.

  1. Memperkecil resiko trauma pada anak

Prosedur khitan merupakan tindakan bedah memerlukan pemberian anastesi baik dengan jarum ataupun tanpa jarum dan dengan berbagai peralatan bedah lainnya. Rasa sakit saat prosedur ini akan menyebabkan trauma bila khitan dilakukan pada anak usia sebelum memasuki masa sekolah. Paling ringan adalah trauma dengan jarum suntik dan tindakan operasi. Trauma ini bisa terbawa sampai dewasa. Berbeda jika khitan pada saat bayi, rasa sakit cenderung tidak akan menimbulkan trauma pada anak.

American Cancer Society (2017). Can Penile Cancer be Prevented? Boston Children’s Hospital. Circumcision.

Dave, et al. (2018). Canadian Urological Association Guideline on the Care of the Normal Foreskin and Neonatal Circumcision in Canadian Infants (full version). Canadian Urological Association Journal=Journal de l'Association des urologues du Canada, 12(2), E76–E99.

Morris, et al. (2017). Early Infant Male Circumcision: Systematic Review, Risk-Benefit Analysis, and Progress in Policy. World Journal of Clinical Pediatrics, 6(1), pp. 89-102.

The American College of Obstetricians and Gynecologist (2017). Newborn Male Circumcision.
HERNIA itu apa ? Simak yuk !

HERNIA itu apa ? Simak yuk !

apa itu hernia - artikel by jagoan khitan

Hernia adalah suatu penonjolan kantung peritoneum, suatu organ atau lemak praperitoneum melalui cacat kongenital atau akuisita (didapat). secara struktur hernia terdiri dari cincin, kantong dan isi hernia.

Pada hernia abdomen, isi perut menonjol melalui defek (bagian lemah) dari lapisan muskulo aponeurotik dinding perut.

Epidemiologi

Sekitar 75% hernia terjadi pada lipatan paha yaitu hernia inguinal direk, indirek  serta hernia femoralis; hernia insisional 10%, hernia ventralis 10%, hernia umbilikus 3% dan hernia lainnya 3%. pada hernia inguinalis lebih sering pada laki-laki dari pada perempuan.

Etiologi

Klasifikasi

Berdasarkan tempat terjadinya hernia, terbagi atas:

  1. Hernia femoralis, Pintu masuknya yaitu annulus femoralis. Kemudian, isi hernia masuk ke dalam kanalis femoralis yang bentuknya seperti corong sejajar dengan vena femoralis sepanjang +-2cm dan keluar pada fosa ovalis.
  1. Hernia umbilikalis, Hernia pada umbilikus yang hanya tertutupi oleh peritoneum dan kulit karena penutupan inkomplet dan tidak adanya fasia umbilikalis.
  1. Hernia paraumbilikus, Hernia yang melalui celah di garis tengah di tepi cranial umbilikus, jarang terjadi di tepi kaudalnya.
  1. Hernia epigastrica, Disebut juga hernia linea alba yaitu hernia yang keluar dari defek di linea alba antara umbilikus dan prosessus xifoideus.
  1. Hernia ventralis, Nama lainnya yaitu hernia insisional dan hernia sikatriks. Ditujukan untuk semua hernia yang terjadi pada dinding perut bagian anterolateral.
  1. Hernia lumbalis, hernia yang terjadi pada derah lumbal antara costae XII dan krista iliaka, terdapat dua trigonum masing-masing yaitu trigonum kostolumbalis superior (ruang grijinfelt/lesshaft) berbentuk segitiga terbalik dan trigonum kostolumbalis inferior atau trigonum iliolumbalis berbentuk segitiga.
  1. Hernia littre, Hernia yang sangat jarang dijumpai. Hernia yang berisi divertikulum meckle.
  1. Hernia spiegheli, Hernia vebtralus dapatan yang menonjol di linea semilunaris dengan atau tanpa isi melalui fasia spieghel.
  1. Henia obturatiria, Hernia yang melalui foramen obturatorium.
  1. Hernia perinealis, Tonjolan hernia pada perineum melalui otot dan fasia, melewati defek dasar panggul yang dapat terjadi secara primer pada perempuan multipara atau sekunder pasca operasi pada perineum, seperti prostatektomi, reseksi rektum secara abdominoperineal dan eksenterasi pelvis.  
  1. Hernia pantalon, Kombinasi antara hernia inguinalis lateralis dan medialis pada satu sisi.

Menurut sifatnya hernia dibagi menjadi :

  1. Hernia reponibel, Terjadi apabila isi hernia dapat keluar-masuk. Usus keluar ketika berdiri atau mengejan dan masuk lagi ketika berbaring atau bila di dorong masuk ke dalam perut. Selama reponibel tidak ada keluhan nyeri atau obstruksi usus.
  1. Hernia ireponibel, Terjadi apabila isi hernia tidak dapat direposisi ke dalam rongga perut. Biasanya disebabkan oleh pelekatan isi kantong kepada peritoneum kantong hernia.
  1. Hernia inkaserata atau hernia strangulate, Apabila isi hernia terjepit oleh cincin hernia sehingga isi kantong terperangkap dan tidak dapat kembali ke dalam rongga perut. Akibatnya terjadi gangguan pasase atau vaskularisasi. Hernia inkarserata lebih kepada untuk hernia ireponibel yang disertai gangguan pasase, sedangkan hernia strangulata digunakan untuk menyebut hernia ireponibel yang disertai gangguan vaskularisasi.
  1. Hernia richter, Jika strangulasi hanya menjepit sebagian dinding usus. Komplikasi dari ini adalah perforasi usus.
  1. Hernia interparietalis, Hernia dengan kantung yang menjorok kedalam celah antar lapisan dinding perut
  1. Hernia eksterna, Hernia yang menonjol keluar melalui dinding perut, pinggang atau perineum
  1. Hernia interna, Hernia dengan tonjolan usus tanpa kantong hernia melalui suatu lubang dalam rongga perut, seperti foramen wisliw, resesus retrosekalis atau defek dapatan pada mesenterium setelah operasi anastomosis usus.
  1. Hernia insipien, Hernia yang membalut adalah hernia indirect pada kanalis inguinalis yang ujungnya tidak keluar dari anulus eksternus.
  1. Hernia sliding, Hernia dengan kantungnya berasal dari organ yang letaknya ekstraperitoneal.

Jenis-jenis Hernia terdiri atas beberapa jenis, yaitu:

  1. Hernia inguinalis, terjadi ketika sebagian usus atau jaringan lemak di rongga perut mencuat ke selangkangan. Hernia inguinalis merupakan jenis hernia yang paling sering terjadi dan pria memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya.
  2. Hernia femoralis, terjadi ketika jaringan lemak atau sebagian usus mencuat ke paha atas bagian dalam. Risiko wanita menderita jenis hernia ini lebih tinggi, terutama wanita hamil atau memiliki berat badan berlebih (obesitas).
  3. Hernia umbilikus, terjadi ketika sebagian usus atau jaringan lemak mendorong dan mencuat di dinding perut, tepatnya di pusar. Jenis hernia ini biasanya dialami oleh bayi dan anak di bawah usia 6 bulan akibat lubang tali pusat tidak tertutup sempurna setelah bayi lahir.
  4. Hernia Hiatus, terjadi ketika sebagian lambung mencuat ke dalam rongga dada melalui diafragma (sekat antara rongga dada dan rongga perut). Jenis hernia ini umumnya terjadi pada lansia (>50 tahun). Jika seorang anak mengalami hernia hiatus, kondisi tersebut disebabkan oleh kelainan bawaan.
  5. Hernia insisional, terjadi ketika usus atau jaringan mencuat melalui bekas luka operasi di bagian perut atau panggul. Hernia insisional dapat terjadi bila luka operasi di perut tidak menutup dengan sempurna.
  6. Hernia epigastrik, terjadi ketika jaringan lemak mencuat melalui dinding perut bagian atas, tepatnya dari uluhati hingga pusar.
  7. Hernia spigelian, terjadi ketika sebagian usus mendorong jaringan ikat (spigelian fascia) yang terletak di sisi luar otot rektus abdominus, yaitu otot yang membentang dari tulang rusuk hingga tulang panggul dengan karakteristik tonjolan yang dikenal dengan ‘six pack’. Hernia spigelian paling sering timbul di daerah sabuk spigelian, yaitu daerah pusar ke bawah.
  8. Hernia Diafragma, terjadi ketika sebagian organ lambung mencuat masuk ke rongga dada melalui celah diafragma. Hernia jenis ini juga dapat dialami oleh bayi ketika pembentukan diafragma kurang sempurna.
  9. Hernia otot, terjadi ketika sebagian otot mencuat melalui dinding perut. Jenis hernia ini juga dapat terjadi pada otot kaki akibat cedera saat berolahraga.

Penyebab Hernia
Hernia disebabkan oleh kombinasi antara kondisi otot yang tertarik dan melemah. Ada beberapa hal yang menyebabkan otot tubuh melemah, yaitu :

  • Usia.
  • Batuk kronis.
  • Bawaan lahir, terutama di pusar dan diafragma.
  • Cedera atau komplikasi dari operasi di bagian perut.

Selain itu, ada sejumlah faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami hernia, terutama ketika otot tubuh mulai melemah. Di antaranya adalah :

  • Terlalu sering mengangkat beban berat.
  • Konstipasi yang menyebabkan penderitanya harus mengejan saat buang air besar.
  • Kehamilan yang menyebabkan meningkatnya tekanan dalam dinding perut.
  • Penumpukan cairan di dalam rongga perut.
  • Berat badan meningkat secara tiba-tiba.
  • Bersin yang berlangsung lama.

Penyakit seperti cystic fibrosis, secara tidak langsung juga dapat meningkatkan risiko hernia. Kondisi ini menyebabkan terganggunya fungsi paru sehingga memicu batuk kronis.

Gejala Hernia

Gejala hernia bervariasi, tergantung lokasi dan tingkat keparahan. Hernia di perut atau selangkangan ditandai dengan munculnya benjolan atau tonjolan yang dapat hilang ketika berbaring. Namun, benjolan dapat muncul kembali ketika penderita tertawa, batuk, atau mengejan. Gejala hernia lainnya adalah :

  • Nyeri di area benjolan, terutama ketika mengangkat atau membawa benda berat.
  • Rasa berat dan tidak nyaman di perut, terutama ketika membungkuk.
  • Konstipasi.
  • Ukuran benjolan semakin membesar seiring waktu.
  • Benjolan di selangkangan.

Hernia hiatus juga ditandai dengan gejala nyeri dada, sulit menelan (disfagia), dan heartburn. Segera periksakan diri ke dokter, terutama jika mengalami gejala rasa nyeri hebat dan muncul secara tiba-tiba, muntah, sulit buang air besar, serta benjolan mengeras, sakit ketika disentuh, dan sulit didorong masuk.

Diagnosis Hernia

Diagnosis hernia dilakukan melalui pemeriksaan fisik. Dokter akan meraba bagian perut atau selangkangan pasien untuk merasakan benjolan atau tonjolan yang dapat terlihat ketika pasien berdiri atau batuk.

Untuk hernia hiatus, dokter akan melakukan pemeriksaan barium edema dan endoskopi dalam proses diagnosis. Barium edema adalah pemeriksaan foto Rontgen dengan menggunakan bantuan cairan barium yang ditelan untuk menghasilkan gambar detail bagian dalam saluran pencernaan. Jenis pemeriksaan ini juga digunakan untuk mendeteksi obstruksi usus.

Tes pencitraan juga dilakukan untuk memastikan diagnosis dan mendeteksi gangguan lain yang mungkin disebabkan oleh hernia, seperti :

  • USG, untuk memperoleh gambaran bagian dalam organ perut dan panggul.
  • CT scan, untuk memeriksa organ-organ bagian dalam rongga perut.
  • MRI, untuk mendeteksi adanya robekan pada otot perut, meskipun tidak terlihat tonjolan.

Pengobatan Hernia

Sebelum menentukan langkah pengobatan, ada sejumlah faktor pertimbangan yang dapat memengaruhi keputusan dokter dalam menentukan prosedur operasi, yaitu:

  • Kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.
  • Gejala yang muncul dan dampaknya terhadap kehidupan pasien.
  • Dokter akan merekomendasikan tindakan operasi jika gejala yang dirasakan semakin memburuk atau telah mengganggu aktivitas pasien sehari-hari.
  • Jenis dan lokasi hernia.
    Isi hernia. Misalnya otot atau sebagian usus yang menyebabkan obstruksi usus atau terganggunya sirkulasi darah ke organ.

source by alodokter.com

apa itu EPISPADIA ?

apa itu EPISPADIA ?

Epispadia

Definisi
Epispadia adalah suatu kelaian kongenital pada bagian genitourinaria dimana terdapat kegagalan/tidak baik pembentukannya dari dinding uretra bagian atas yang mengakibatkan terjadinya pembentukan meatus uretra pada bagian dorsum/atas penis. Karena merupakan suatu kelainan kongenital maka penyebabnya terjadi ketika sedang dalam masa kandungan atau tepatnya pada masa embrionik minggu ke-4 karena kegagalan migrasinya sel mesoderm. Kelainan ini dapat berdiri sendiri sebagai 9s0lated epispadias ataupun bersamaan dengan ekstrofi kandung kemih (bladder exstrophy-epispadias complex/BEEC).

Epidemiologi
Epispadia jarang terjadi dibandingkan dengan hipospadia dan epispadia lebih sering didapati pada laki-laki dibanding wanita. Kejadian epispadia di amerika serikat berkisar 1:117.000 kelahiran anak laki-laki dan 1:484.000 kelahiran wanita. Epispadia jarang terjadi pada wanita dengan perbandingan pria-wanita 2,3:1.

Etiologi
Penyebab dari epispadi sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti. Defek pada proses embrionik merupakan penyebab utama kelainan ini. Berkaitan dengan interaksi sinyal yang mengatur pembentukan tuberkulus genital ataupun uretra. Beberapa gen, ligan dan faktor yang diduga terlibat yaitu:
1.Sonic hedgehog (Sgg) pada ekspresi epitel endodermal uretra
2.Fibroblast growth factor (FGF)-10 dan Bone Morphogenic protein (Bmp4) pada sel mesenkim uretra bilateral
3.Msx1/2DKO
4.Mutasi atau abnormalitas ekspresi gen Alx4, Msx1/2, Gli3, Pax-3 yang mengatur sinyal dan jaras (pathway) pembentukan tuberkulus genitalis
5.Wnt9b pada pembentukan membran kloaka
6.Tgf (transforming growth factor) β2/β3

Patofisiologi
Kejadian kelainan yang terjadi pada epispadia adalah ketika adanya kegagalan pembentukan tubularisasi dari sel mesoderm pada lempengan uretra ke arah dorsum pada minggu ke-4 masa embrionik, sehingga akan menyebabkan defek pada dinding atas uretra yang menyebabkan meatus uretra berada pada bagian atas penis atau clitoris. Pada kondisi yang lebih berat epispadia dapat muncul bersamaan dengan ekstrofi kandung kemih (bladder exstrophy epispadia complex/(BEEC).

Diagnosis
Untuk membuat diagnosis epispadia dokter akan melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik bila perlu dilakukan pemeriksaan antenatal. Walaupun sebenarnya tingkat ketepatan diagnosis antenatal rendah (4-10%). Tanda dan gejala yang muncul bisa berbeda-beda tergantung dari jenisnya.
Jenis epispadia
1.Epispadia glandular: epispadia yang terletak pada bagian distal
2.Epispadia penis: epispadia yang terletak pada bagian medial
3.Epispadia penopubik: epispadia yang terletak pada bagian proksimal, dinding anterior vesika urinaria. Dapat muncul dengan atau tanpa ekstrofi kandung kemih.

Tatalaksana
Pengobatan dari epispadia memerlukan tindakan pembedahan untuk rekontruksi ataupun repair uretra. Dengan tujuan utamanya yaitu untuk mengembalikan fungsi fisiologis, mencegah komplikasi saluran kemih atas dan dapat meningkatkan kualitas hidup dari pasien.

Terapi non-farmakologis
Bertujuan untuk memberikan edukasi dan dapat meningkatkan kualitas hidup serta fungsi fisiologis. Pada penderita epispadia akan terjadi gangguan psikologis yang berkaitan dengan penampilan kosmetik genital pada masa pubertas. Selain itu, dapat terjadi pula ganguan inkontinensia urine yang menetap walaupun pasca tindakan bedah. Gangguan kualitas hidup dapat terjadi akibat inkontinensia dan gangguan psikologis, sehingga perlu dilakukan konseling yang mendalam.

Terapi farmakologis
Untuk epispadia tidak terdapat terapi yang spesifik untuk terapi farmakologis. Pemberian terapi seperti antibiotik ditujukan hanya untuk mencegah infeksi saluran kemih.

Terapi pemberian testoteron intramusklar ataupun topikal bisa diberikan preoperatif untuk pasien laki-laki. Pemberian testoteron dapat meningkatkan vaskularisasi dan stimulasi pertumbuhan penis, sihingga dapat meningkatkan keberhasilan pembedahan dan mengurangi komplikasi.

Pemberian injeksi polidimetilsiloksan dapat diberikan pada gejala inkontinensia pada bladder exstrophy-epispadia complex (BEEC) ataupun pasca operasi. Dosisnya adalah tiga kali injeksi.

Pembedahan
Tindakan pembedahan merupakan tatalaksana utama pada epispadia. Pembedahan direkomendasikan pada usia 6-12 bulan. Tujuan utamanya yaitu mengembalikan lagi fungsi fisiologis uretra. Pembedahan dibutuhkan untuk mengatasi inkontinensia, erkonstruksi vagina atau penis, dan uretroplasti dengan memperbaiki meatus uretra. Rekonstruksi kandung kemih juga dapat dilakukan apabila terdapat BEEC.

Tindakan bedah yang dilakukan juga dapat dilakukan beberapa kali tergantung kondisi pasien masing-masing dan jenis dari epispadia serta adanya kelainan penyerta misal, chorde, inkontinensia, ekstrofi kantung kemih. Operasi 1 tahap (one-stage) dilakukan pada kasus ringan sedangkan untuk yang lebih berat membutuhkan operasi beberapa tahap.

Operasi epispadia pada laki-laki yaitu dengan uretroplasti dengan memperbaiki posisi meatus. Umum dilakukan setelah usia 6 bulan. Karena ukuran penis yang kecil merupakan kontraindikasi dilakukan ureteroplasti dan rekontruksi penis. Pasien bisa diberikan testoteron preoperatif terlebih dahulu untuk menstimulasi pertumbuhan dan vaskularisasi penis.

Operasi epispadia glandular dan penis umumnya dilakukan dalam 2-3 tahapan meliputi uretroplasti, glansplasti dan ortoplasti. Namun, operasi satu tahap juga dapat dilakukan. Operasi epispadi penopubik umumnya lebih kompleks. Operasinya dilakukan dalam beberapa tahapan seperti halnya pada BEEC.

Operasi epispadia pada wanita lebih sederhana dibandingkan dengan pria. Operasi juga sering dilakukan dalam 1 tahap, meliputi rekontruksi genitalia dan leher kandung kemih.

Prognosis
Semakin cepat terdiagnosis tingkat keberhasilan pembedahan meningkat dan akan menurunkan resiko inkontinensia urin, infertilitas dan gangguan psikologi yang merupakan komplikasi epispadia. Pasien epispadia berat(penopubik dan BEEC) dan diagnosis yang terlambat menyebabkan prognosis yang ebih buruk.

European Society for Paediatric Urology. Guidelines on paediatric urology. European Association of Urology. 2015.
Stewart D, Inouye BM, Goldstein SD, Shah BB, Massanyi EZ, DiCarlo H, et al. Pediatric surgical complications of major genitourinary reconstruction in the exstrophy-epispadias complex. J Pediatr Surg. 2015
Cho P, Cendron M. The surgical management of male epispadias in the new millennium. Curr Urol Rep. 2014
BURRIED PENIS

BURRIED PENIS

APA ITU BURRIED PENIS ?

Definisi

Burried penis atau concealed penis adalah suatu kondisi anomali pada penis memiliki ukuran normal namun terlihat kecil. Sebagian kasus ini merupakan suatu kelainan kongenital.

Epidemiologi

Penelitian yang dilakukan oleh matsuo seorang peneliti dari jepang mendapatkan prevalensi sebesar 3,7% dan satu penelian lain yang dilakukan di Amerika dengan angka kejadian 0,4% dari 4,84 juta kelahiran.

Etiologi

Penyebabnya sampai saat ini belum dapat diketahui secara pasti. Tapi sebagian besar didapatkan karena terbentuknya jaringan fibrous yang abnormal sehingga lapisan dartos menjadi tidak elastis. Sehingga mencegah pemanjangan penis ke arah depan dan menahan penis terbenam dibawah pubis.

Keluhan

  • Mengeluh penisnya kecil
  • Nyeri saat ereksi
  • Infeksi saluran kencing berulang
  • Kesulitan miksi
  • Fimosis sekunder
  • Disfungsi seksual
  • Gangguan psikologis

 

Klasifikasi

Penanganan

Tidak ada batasan yang jelas untuk usia kapan dilakukannya operasi pada burried penis. Pada penelitian eun hong jung dkk mengatakan bahwa operasi dapat dilakukan saat akhir masa pubertas untuk menunggu lemak pada prepubis berkurang. Casale dkk memberikan rekomendasi untuk dilakukan operasi saat anak mulai berjalan, ketika lemak abdomen mulai berkurang. Sedangkan menurut ferro et al mengatakan bahwa koreksi buried penis harus dilakukan segera karena bukan hanya menghindari efek psikologis tapi juga menghindari kesulitan menjaga kebersihan diri.

Tujuan utama dari operasi sebenarnya adalah untuk mengembalikan penis ke fungsi dan anatomi normal. Berdasarkan penelitian chopra dkk, membuat 6 prinsip dalam tatalaksana burried penis yaitu:

  1. membebaskan sikatrik
  2. menghilangakan jaringan fibrosis yang menempel pada penis (pannus) sebanyak mungkin terutama pada pasien obesitas
  3. mempertahankan penis sesuai morfologi anatomis normal
  4. memfiksasi median raphe pada dasar penis
  5. skin graft bila diperlukan
  6. imobilisasi serta splinting yang adekuat setelah operasi.
Duarsa et al. 2020. tatalaksana buried penis di RSUP Sanglah
Kassem et al. 2018. Early surgical correction of buried penis. Annals of pediatric surgery
King et al. 2013. buried penis: evaluation of outcomes in children and adults ,modification of a unified treatment algorithm and review of the literature. Hindawi publishing corporation
Hadidi. 2014. Burried Penis: Classification Surgical Approach. Journal Of Pediatric Surgery
SIMAK YUK APA ITU BALANITIS ?

SIMAK YUK APA ITU BALANITIS ?

apa itu balanitis - jagoan khitan

Definisi

Balanitis merupakan peradangan yang terjadi pada glans penis. Biasanya sering bersamaan dengan kelainan posthitis merupakan peradangan pada kulup. Jika terjadi bersamaan keduanya disebut sebagai balanoposthitis. Balanitis sering timbul pada pria yang tidak melakukan sirkumsisi karena jeleknya higenisitas akibat terkumpulnya banyak smegma. Balanitis dapat terjadi akibat infeksi maupun non-infeksi (trauma).

Etiologi

Etiologi dari balanitis paling sering adalah oleh infeksi bakteri maupun jamur (20%). peradangan muncul sebagai akibat dari higin yang kurang. Akibatnya bakteri maupun jamur tumbuh di area tersebut. Penyebab dari balatinitis lainnya adalah penggunaan sabun iritatitif/alergi, alergi kondom lateks, konsumsi obat yang menimbulkan alergi, infeksi menular seksual (sifilis trikomoniasis dan gonore), kelainan kulit (dermatitis dan psoriasis), trauma, diabetes, fimosis dan obesitas.

Faktor Resiko

  1. Pria yang belum di sirkumsisi
  2. Fimosis
  3. Diabetes mellitus
  4. Immunodeficiency
  5. Poor hygiene and over-washing
  6. Trauma (e.g zipper injury)
  7. Diaper dermatitis
  8. Obesitas
  9. Penyakit menular seksual (herpes dan gonore)

Gejala Klinis

Tanda dan gejala yang dapat timbul berupa:

  1. Onset gejala bisanya berlangsung antara 3-7 hari sebelumnya
  2. Nyeri pada penis
  3. Dysuria
  4. Rewel pada bayi dan anak
  5. Rasa gatal, berhubungan dengan lesi kemerahan pada glans dan preputium
  6. Bengkak pada glans dan preputium
  7. Berbau dan munculnya cairan purulen dari penis

Diagnosis

Dokter akan mendiagnosis berdasarkan status kesehatan sebelumnya dan sekarang serta dari pemeriksaan fisik. Balanitis akan ditegakan jika terdapat nyeri pada penis dan ada tonjolan yang berwarna kemerahan pada glans. Pemeriksaan lanjutan dapat dilakukan untuk mengetahui penyebab dari balanitis apakah karena jamur, bakteri atau virus dengan melakukan swab uretral discharge.

Pengobatan

Tujuan utama dari pengobatan balanitis adalah untuk mengeradikasi infeksi dan mencegah komplikasi serta mencegah kejadian terulang kembali (edukasi).

Pengobatan non-farmakologi

  1. Kompres hangat/berendam
  2. Menjaga kebersihan diri: dengan menarik preputium kebelakang glans dan mencuci dengan air hangat atau air saline dua kali sehari
  3. Hindari melakukan paksaan saat menarik preputium pada anak-anak dan pria yang belum di sirkumsisi
  4. Pastikan mengeringan penis setelah dibersihkan
  5. Hindari penggunaan bahan kimia dan sabun yang menimbulkan iritasi ataupun alergi

Pengobatan Farmakologi

Pengobatan secara konservatif akan terlihan hasilnya setelah 3-5 hari setelah pemberian obat. Pemberian agen obat tergantung dari klinis dan penyebab infeksinya.

Edukasi

  1. Pengaplikasian obat secara teratur
  2. Menjaga penis tetap bersih
  3. Tidak menarik preputium secara paksa pada bayi dan anak karena dapat menyebabkan perlengketan
  4. Anak remaja dan dewasa harus di instruksikan untuk menarik preputium kebelakang dan mencuci penis dengan air hangat kemudian dikeringkan
  5. Hindari penggunaan kondom lateks jika menimbulkan iritasi
  6. Mencuci celana dalam dengan sabun dan pastikan tercuci dengan bersih
  7. Seorang yang bekerja dengan bahan-bahan kimia dianjurkan mencuci tangan secara teratur untuk menghindari paparan bahan kimia ke penis.

Komplikasi

  1. Nyeri
  2. Lesi ulseratif di glans/preputium
  3. Fimosis
  4. Parafimosis
  5. Striktur uretra
  6. Progresif perubahan dari premaligna ke maligna lesi
Askatchewan RN Association. 2019. Balanitis: Adult & Pediatric

Pandya, Ipsa et al. 2014. Approach to balanitis/balanopsthitis: Current Gudelines. Indian J Sex Transm Dis AIDS

Edwards, SK et al. 2013. European Guideline For Management Of Balanoposthitis. International Journal of STD&AIDS
Cara Lepas Perban Agar Tidak Lengket

Cara Lepas Perban Agar Tidak Lengket

lepas perban tidak lengket - jagoan khitan

Pasca khitan biasanya akan dilakukan suatu tindakan perban pada luka area sekitar. Pemasangan perban pada area luka khitan dimaksudkan untuk mencegah terjadinya resiko pasca khitan. Resiko pasca khitan yang dapat dialami adalah pendarahan, bengkak dan nyeri. Dengan pemasangan perban diharapkan luka khitan bebas dari pendarahan karena area luka tertekan oleh balutan perban sehingga mencegah darah keluar.

Pasca khitan juga akan timbul bengkak, hal ini karena akan ada peningkatan aliran darah ke area luka sunat sebagai respon normal tubuh dalam rangka untuk mengirimkan sel-sel pembekuan darah ke area luka khitan untuk menghentikan pendarahan. Dengan penggunaan perban diharapkan tekanan dari perban akan meminimalisir terjadinya aliran yang berlebihan tersebut.

Selain itu nyeri timbul saat penis mulai teregang. Area luka khitan teregang berlebihan saat ereksi sehingga menyebabkan nyeri. Untuk menghindarinya penggunaan perban pada area luka khitan dapat mencegah terjadinya peregangan berlebihan dari luka khitan.

Dari sekian banyaknya kelebihan yang dirasakan dari perban. Terdapat sisi kekurangannya yaitu sulitnya melepaskan perban saat beberapa hari pasca khitan. Hal ini terjadi karena perban melekat pada luka dan menyerap plasma-plasma dan darah yang dikeluarkan oleh tubuh. Ketika luka mengering sisa-sisa plasma dan darah juga ikut mengering, sehingga menyebabkan perban mengeras dan sulit dilepaskan.

Solusi untuk masalah ini adalah dengan berendam pada air hangat agar kassa melunak dan diharapkan dapat terlepas dengan mudah. Selain itu dapat menggunakan cairan pelicin seperti baby oil maupun minyak zaitun beberapa menit sebelum pelepasan perban.

Sampai jumpa lagi di artikel lainnya..

salam Jagoan Khitan

PROGRAM HARI KHITAN NASIONAL

PROGRAM HARI KHITAN NASIONAL

HABIS LEBARAN KEBANJIRAN GRANDPRIZE pasti mau kan??? 😁

Dalam rangka HARKHITNAS (Hari Khitan Nasional) jagoan khitan bagi-bagi grand prize nih buat bunda dan ayah yang mengkhitankan anandanya di Jagoan Khitan pada tanggal 17 Mei – 17 Juli

Apa aja sih grand prize nya? Adaa…
1. Sepeda 🚲
2. Handphone 📱📳
3. Scooter 🛴
4. Logam Mulia 🪙

Mau dapetin hadiahnya? Caranya gampang banget, bunda dan ayah langsung KLIK DISINI

Ayo buruan ikutan ya ! 🥳🤩

BANYAK HADIAH MENANTI

untuk informasi paling update tentang promo ini cek instagram jagoan khitan ya di @jagoankhitan nantikan juga banyak hadiah menarik yang kami bagikan untuk yang khitan di jagoan khitan

atau

INI DIA CARA AGAR MINIM NYERI SAAT LEPAS KLAMP PASCA SUNAT

INI DIA CARA AGAR MINIM NYERI SAAT LEPAS KLAMP PASCA SUNAT

minim nyeri saat lepas pasca sunat - jagoan khitan

Metode khitan pada masa kini sudah banyak berkembang. Salah satu metode yang cukup populer adalah sunat dengan menggunakan klamp. Metode klamp merupakan metode khitan dengan prinsip memasangkan tabung berbentuk corong dan menjepit kulup yang akan dihilangkan. Sehingga, menyebabkan kulup yang terjepit mengalami proses nekrosis atau kematian jaringan kulit secara alami.

Khitan menggunakan metodeini lebih banyak digemari karena memiliki kelebihan dapat mandi sejak hari pertama pasca khitan, minim pendarahan dan hasil lebih estetis. Tapi dilain sisi terdapat ketidaknyamanan pada anak karena klamp akan terpasang selama 5 hari. Namun, hal itu tidak mengurangi keunggulan dari khitan menggunakan metode ini.

Setelah hari ke-5, akan ada pelepasan klamp. Dilakukan di tempat anak berkhitan. Pelepasan dilakukan dengan cara memotong pengunci klamp pada sisi kanan dan kiri. Kemudian melepaskan bagian corong yang menempel. Sebelum dilakukan pelepasan dianjurkan untuk berendam kurang lebih 15-20 menit sebelumnya dan pemberian baby oil atau minyak zaitun ataupun body lotion pada bagian kulit mati yang tepit. Hal ini dimaksudkan agar kulit mati menjadi lunak dan tidak lengket pada corong klamp. Sehingga dapat memudahkan dan minim rasa nyeri saat pelepasan klamp.

Setelah pelepasan dilakukan perawatan luka yang dilakukan cukup mudah. Anak disarankan berendam dalam air hangat campur antiseptik selama 15 menit setiap pagi dan sore hari. Agar mempercepat penyembuhan luka dan mengurangi reaksi inflamasi (nyeri, bengkak, kemerahan). perlahan-lahan kulit mati yang berbentuk cincin akan lepas dari luka sunatnya.