INFEKSI PASCA OPERASI

KENALI LEBIH JAUH MENGENAI INFEKSI, SIMAK SAMPAI AKHIR ARTIKEL YA !

Infeksi merupakan suatu keadaan dimana mikroorganisme masuk dan berkembang dalam tubuh pejamu, sehingga menyebabkan sakit disertai dengan gejala klinis baik lokal maupun sistemik. Luka pada bagian tubuh akan memberikan kesempatan bagi mikroorganisme untuk masuk dan meningkatkan resiko penyakit. Salah satu dari bentuk infeksi yaitu infeksi pada daerah operasi (IDO). Infeksi daerah operasi merupakan infeksi pada tempat yang di operasi dan merupakan salah satu komplikasi utama dari suatu infeksi.

Rangkaian penularan penyakit merupakan hasil dari interaksi antara manusia (host), penyebab (agent) dan environnment (lingkungan). faktor yang termasuk kedalah host yaitu meliputi daya tahan tubuh, sedangkan faktor agent yaitu bakteri dan faktor environment terkait dengan kebersihan lingkungan.

Proses penyembuhan luka merupakan suatu proses dan usaha untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi. Komponen utama dalam penyembuhan luka adalah kolagen disamping dengan sel epitel. Fibroblast adalah sel yang bertanggung jawab untuk mensintesis kolagen. Fisiologi penyembuhan luka secara alami akan mengalami fase-fase seperti :

  • Fase inflamasi, Fase yang berlangsung antara saat luka terbentuk sampai hari ke-5. segera setelah terbentuknya luka pembuluh darah akan mengalami konstriksi dan retraksi disertai reaksi hemostasis karena agregasi trombosit yang berasma jala fibrin membekukan darah. Komponen hemostasis mengaktifkan agen pro-inflamasi yang berperan untuk terjadinya kemotaksis netrofil, makrofag, mast sel, sel endotelial dan fibroblast. Agregasi trormbosit mengeluarkan mediator inflamasi Transforming Growth Factor beta 1 (TGF 1) yang di keluarkan makrofag. Akan mengaktivasi fibroblas mensintesis kolagen.
  • Fase proliferasi atau fibroblas, Fibroblas berperan penting pada fase ini. Fibroblas mengalami proliferasi dan mensintesis kolagen. Serat kolagen yang terbentuk akan membentuk kekuatan untuk bertautnya tepi luka. Pada fase ini mulai terjadi granulasi, kontraksi luka dan epitelialisasi.
  • Fase remodeling atau maturasi, Merupakan fase terakhir dan terpanjang pada proses penyembuhan luka uaitu berlangsung 3 minggu sampai 2 tahun. Terjadi proses remodeling kolagen, kontraksi luka dan pematangan parut. Aktivitas sintesis dan degradasi kolagen berada dalam keseimbangan. Akhirnya di dapatkan parut luka yang matang yang mempunyai kekuatan 80% dari kulit normal.

Jika semua proses terlalui dengan baik tidak akan terjadi IDO

Faktor resiko terjadinya infeksi yaitu tergantung dari:

  • kondisi pasien, semakin tua semakin mempengaruhi structural dan dungsional tubuh menyebabkan kulit serta jaringan subkutis lebih rentan terhadap infeksi. Ditambah dengan bertambahnya peningkatan resiko penyakit, penurunan imunologis, malnutrisi, hipoalbumin dan intake yang kurang seimbang seiring bertambahnya usia.
  • prosedur operasi

beberapa contoh yang dapat menyebabkan IDO yaitu :

  • pemasangan drain yang tidak sesuai dapat menyebabkan drain menjadi jal;an masuk mikroorganisme.
  • Semakin lama operasi semakin besar resiko IDO karena kontaminasi meningkat berdasarkan waktu
  • Elektrocauter, pemakaian yang berlebihan akan meningkatkan resiko infeksi. Namun, jika digunakan dengan benar dapat digunakan untuk koagulasi atau untuk membelah jaringan.
  • Kasus-kasus terkontaminasi, seperti prosedur operasi abdomen (operasi kolorektal, appendiktomi) dan kasus trauma.
  • jenis operasi

Jenis operasi dibagi menjadi beberapa yaitu:

  1. Operasi bersih

Merupakan luka operasi yang tidak terinfeksi dan tidak ada inflamasi yang ditemukan serta luka tidak menembus respiratorius, tractus gastrointestinal dan tractus urogenitalis. Luka ditutup dan dikeringkan dengan drainage tertutup.

  1. Operasi bersih terkontaminasi

Luka operasi yang menembus respiratorius, tractus gastrointestinal dan tractus urogenitalis namun masih terkendali dan tanpa kontaminasi.

  1. Operasi kotor

Merupakan luka akibat kecelakaan dan luka terbuka

  1. Operasi kotor terkontaminasi

Terdapat luka trauma yang sudah lama dengna mempertahankan jaringan yang dilemahkan dan terdapat infeksi klinikal atau perforasi viseral

Semakin kotor dan terkontaminasinya jenis operasi, semakin beresiko menimbulkan IDO.

  • perawatan pasca operasi, hal ini tergantung dari kepatuhan pasien dalam merawat luka dan menjaganya agar tetap bersih dan tidak terkontaminasi

Tanda dan gejala dari IDO menurut national prevalence survei (NPS) yaitu:

  • Adanya cairan luka berupa pus
  • Nyeri, eritema yang menyebar yang merupakan indikasi selulitis
  • Demam (>38C), nyeri, edema dan batas eritema yang meluas
  • Cairan jernih atau eksudat dari luka
  • Disertai selulitis

Terapi utama yang diberikan untuk mencegah IDO adalah pemberian antibiotic. Sulit dimengerti bagaimana antibiotic kadang-kadang tidak bisa mencegah IDO. Alasan utamanya yaitu ketidakmengertian terhadap biologi dari IDO. Dari penelitian pada marmot disimpulkan bahwa antibiotik paling efektikf diberikan sebelum terjadinya inokulasi bakteri. Antibiotic tidak efektif lagi jika bila diberikan 3 jam setelah inokulasi. Efektifitasnya sedang bila diberikan diantara dua waktu tersebut. Hal ini yang menyebabkan prinsip antibiotic profilaksis di semua bidang bedah yaitu antibiotic profilaksis diberikan 2 jam sebelum insisi, dalam dosis penuh secara parenteral dan dalam waktu terbatas.

Alsen, M. 2014. Infeksi Luka Operasi.

Agustina, Eva. 2017. Pengaruh prosedur operasi terhadap kejadian infeksi pada pasien operasi bersih terkontaminasi

Sampai jumpa lagi di artikel lainnya..

salam Jagoan Khitan

Baca Juga:

‚Äč

slot dana
cantik555
slot gacor
slot zeus
slot gacor
slot zeus
slot demo
slot88
slot maxwin
harum89
rp8888
harum89
harum89
harum89
harum89
slot dana
slot gampang maxwin
cantik555
cantik555
cantik555
rp8888
rp8888slot
login rp8888
rp8888 slot
daftar rp8888
rp8888
rp8888slot
login rp8888
rp8888 slot
daftar rp8888
rp8888
rp8888slot
login rp8888
rp8888 slot
daftar rp8888