Apa Itu Fimosis dan Cara Menanganinya?

risiko resiko penyakit fimosis

Fimosis adalah dimana keadaan kulup penis tidak bisa ditarik kebelakang kepala penis. Penyakit ini banyak dialami oleh pasien anak-anak bahkan dewasa, kebanyakan yang mengalami Fimosis adalah pria yang belum sunat/khitan. Berikut adalah Gejala dan Risiko Fimosis:

Gejala Penyakit Fimosis:

• Ketidakmampuan untuk menarik kulup kembali ke atas kepala penis
• Pembengkakan di ujung penis
• Koreng di ujung penis sehingga lengket
• Ketidaknyamanan dan rasa sakit
• Kemerahan dan rasa sakit ketika disentuh
• Ketidaknyamanan ketika buang air kecil
• Muncul jaringan kebiruan atau hitam di ujung penis

Risiko Penyakit Fimosis:

• Infeksi saluran kencing berulang
• Infeksi pada ujung kulit penis (kulup)
• Gerakan kasar berulang saat menarik kulup ke belakang, sehingga menyebabkan lecet atau luka
• Cedera pada daerah kulit penis (kulup)

Cara Menanganinya:

Pertolongan pertama biasanya menggunakan obat salep, namun yang paling utama agar mencegah sekaligus mengobatinya dengan cara berkhitan.

Dengan dikhitan, ujung penis akan dipotong maka masalah akan selesai. hakikatnya khitan adalah membuat ujung kulit pada penis (penis) yang mana merupakan rentan menjadi sarang kotoran yang menumpuk.

Ingat ya Ayah dan Bunda, jadi tunggu apa lagi? Yuk hindari penyakit ini sebelum menyerang buah hati anda!

Jangan lupa share teman atau keluarga yang membutuhkan informasi ini, semoga bermanfaat!