photoby jagoan khitan
Gegesik, Cirebon — Menyambut bulan Muharram 1447 H, Majelis Taklim XLSMART (MTXLSMART) menggelar khitanan massal sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sosial tahunan mereka. Tahun ini, untuk pertama kalinya, kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Gegesik, Kabupaten Cirebon, pada tanggal 5 Juli 2025 dan disambut antusias oleh warga.
“Acara ini bagian dari Festival Muharram. Salah satu kegiatan yang rutin kami adakan setiap tahun adalah khitanan massal, selain santunan anak yatim. Tahun ini adalah kali pertama dilaksanakan di Desa Gegesik, dan insyaAllah akan menjadi agenda rutin di sini,” ujar Ahmad Hamzah, perwakilan MTXLSMART.
Tak hanya berhenti di satu gelombang, kegiatan ini dibagi menjadi dua batch. Batch pertama digelar awal Muharram, sementara batch kedua direncanakan berlangsung pada bulan September, bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi.
“Di sini juga ada tradisi Gerebek Maulid. Biasanya diikuti oleh lima desa, jumlah pesertanya bisa mencapai 60 anak. Maka, untuk pelaksanaan tahun ini, kami bagi dua tahap: hari ini batch pertama, lalu batch kedua akan kami laksanakan bersamaan dengan Maulid Nabi,” tambah Ahmad.
Tahun ini juga menjadi momen perdana MTXLSMART menjalin kolaborasi dengan klinik Jagoan Khitan. Menurut Ahmad, pemilihan mitra ini dilakukan dengan cermat, melihat reputasi dan kepercayaan masyarakat terhadap penyedia layanan khitan tersebut.
“Jagoan Khitan itu sering disebut-sebut di kalangan masyarakat sebagai penyedia sunat profesional. Warga juga penasaran siapa tenaga medisnya—dokter, mantri, atau siapa. Begitu tahu dari Jagoan Khitan, mereka langsung yakin,” ungkapnya.
Ahmad mengakui bahwa informasi acara disebarkan secara mendadak. Namun, berkat komunikasi visual yang informatif, warga merasa tenang dan percaya untuk mendaftarkan anak mereka.
“Pamfletnya jelas. Nama kliniknya tercantum, dokternya bersertifikat, obat-obatan yang digunakan pun tertera. Bahkan, tadi malam hingga pagi ini, masih ada yang datang ke rumah untuk mendaftar langsung. Tapi karena kuota sudah penuh, saya arahkan ke batch kedua. Warga sangat antusias, apalagi saat tahu ini dari Jagoan Khitan,” jelasnya.
Bicara soal visi jangka panjang, Ahmad menyampaikan harapan MTXLSMART agar kegiatan sosial ini menjadi gerbang menuju program pemberdayaan masyarakat yang lebih berkelanjutan. Khitanan massal ini, kata dia, didanai dari zakat manajemen dan karyawan, serta dari dana infak lainnya.
“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak hanya berhenti di program sosial sesaat. Kami ingin mulai menyentuh aspek pemberdayaan ekonomi umat, ketahanan pangan, dan pendidikan,” tuturnya.
Ia menambahkan, program pendidikan yang dimaksud bukan dalam bentuk sekolah formal, tetapi pelatihan keterampilan digital seperti penggunaan internet, promosi daring, dan pemanfaatan teknologi sederhana di daerah yang jauh dari akses kota.
“Kami ingin masyarakat desa juga mendapatkan perlakuan yang setara dalam hal edukasi dan pengembangan ekonomi. Apalagi, di Gegesik ini, mayoritas warganya adalah buruh tani. Mereka bukan pemilik sawah, dan sangat membutuhkan program yang bisa memperkuat ketahanan ekonomi lokal,” terang Ahmad.
Tak hanya dengan masyarakat, pihak MTXLSMART juga telah berdiskusi dengan pemerintah desa untuk menyelaraskan program-program ke depan, yang tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga transformasional.
Kegiatan khitanan massal ini menjadi bukti kuat bahwa kolaborasi antara lembaga sosial seperti MTXLSMART dengan penyedia layanan profesional seperti Jagoan Khitan mampu menciptakan dampak sosial yang nyata. Antusiasme warga dan respons positif terhadap pelaksanaan acara ini menunjukkan adanya kebutuhan dan harapan besar dari masyarakat terhadap kegiatan serupa di masa mendatang.